“Ma, aku tuh paling suka
suasana sore hari. Apa lagi kalau sama keluarga kayak gini,” ceritaku pada
Mama.
“Memangnya ada apa dengan
sore hari?” tanya Mama dengan lembut.
“Nggak tau, Ma. Pokoknya ada
sensasi tersendirinya!” senyumku melebar.
“Kakak Nanaaa!” panggil Dafa
dan Afif, adik-adikku yang masih TK. Sambil tersenyum-senyum nakal, Dafa
berkata,
“Katanya mau ajak
jalan-jalan ke mesjid depan?”
“Iya! Ayo, Kak Nana! Ayoo!”
Afif menarik-narik tanganku sampai aku terjatuh.
Aku terbangun. Ternyata hanya
mimpi. Aku melirik sekelilingku. Di dalam asana hanya ada Puput yang sedang
membersihkan kertas-kertas. Aku baru ingat kalau aku tertidur saat membantu
puput menggunting kertas untuk hiasan mading.
