Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image

Sebuah Pepatah Latin

  • Jumat, 20 Juli 2012
  • Malika Nur Azkiyah
  • Label:
  • Multi-Multa; Nemo Omnia Novit
    Pertama kali aku tahu istilah ini dari sebuah game. Salah satu game yang aku suka. Namanya “Magic Enyclopedia”. Mungkin banyak diantara kalian yang udah tahu game itu. Berarti udah banyak juga dong yang tau istilah di atas. Waktu itu aku bareng kakakku. Buat menyelesaikan game itu, dibagian akhir harus bisa menyusun kata-kata di atas yang udah di acak-acak. Karena benar-benar tidak tau, aku dan kakakku nyari di google, dan akhirnya ketemu. Setelah game selesai, kita beralih nyari makna kalimat berbahasa latin itu. Dan ternyata, artinya bagus banget.

    MULTI-MULTA; NEMO OMNIA NOVIT

    MANY KNOW MANY THINGS, BUT NO ONE KNOWS EVERYTHING

    Yeah, betul sekali. Banyak orang di dunia ini yang tahu banyak hal. Tapi tidak ada yang tahu segalanya. Tidak, bahkan Einstein atau para ilmuan lain sekalipun.
    Dari pepatah latin ini, banyak hal yang bisa diambil jadi pelajaran. Tanpa saya paparkan pun, kalian bisa menemukannya, kan?
    Manusia, diberi kelebihan punya akal, disamping juga punya nafsu. Itu yang membedakannya dengan malaikat ataupun hewan. Malaikat hanya punya akal, tanpa nafsu. Itulah sebabnya mereka bisa selalu taat pada Tuhannya. Sebaliknya, hewan hanya mempunyai nafsu. Akal yang diberikan pada hewan sangat terbatas, tidak seperti manusia apalagi malaikat.
    Sebagai makhluk paling sempurna, manusia mendapat kesempatan untuk memilih kedudukannya. Malaikat ialah makhluk yang mulia. Di kehidupan dunia, ia digambarkan sebagai makhluk suci yang paling dekat dan taat pada Allah. Tetapi manusia punya kesempatan untuk menjadi lebih mulia dari pada malaikat. Begitu juga jika manusia itu tidak menggunakan akalnya dengan maksimal dan hanya mengedepankan nafsu yang cenderung mengarahkan pada kejelekan. Maka hasilnya adalah ia akan menjadi lebih buruk dan lebih hina dari pada hewan.
    Tetapi dengan akal itu, manusia kadang lupa, kalau ada Tuhan Yang Maha Mengetahui. Banyak yang tahu banyak hal, tetapi tidak ada satupun yang tahu segalanya, kecuali Allah. Jadi manusia tidak boleh sombong dengan kepintarannya yang hanya dinilai dari gelar dan pujian. Mungkin kita bisa mengambil pelajaran tentang orang-orang cerdas yang ditulis namanya oleh sejarah dan mengikuti jejak kesuksesannya. Dan perlu diingat, bahwa sebanyak apapun kita mengetahui sesuatu, kita tidak akan pernah tahu semua hal sekaligus. Kau mungkin menguasai satu hal, tapi ada sangat banyak hal lain yang belum kau kuasai. Jadi tak perlu sombong dengan kepandaian yang kita miliki. Lebih baiknya, kita manfaatkan kepandaian itu untuk hal-hal yang bermanfaat. =]

    0 komentar:

    Posting Komentar

    (c) Copyright 2010 Azkiyah Wish. Blogger template by Bloggermint