Multi-Multa; Nemo Omnia Novit
Pertama kali aku tahu istilah ini
dari sebuah game. Salah satu game yang aku suka. Namanya “Magic Enyclopedia”. Mungkin
banyak diantara kalian yang udah tahu game itu. Berarti udah banyak juga dong
yang tau istilah di atas. Waktu itu aku bareng kakakku. Buat menyelesaikan game
itu, dibagian akhir harus bisa menyusun kata-kata di atas yang udah di acak-acak.
Karena benar-benar tidak tau, aku dan kakakku nyari di google, dan akhirnya
ketemu. Setelah game selesai, kita beralih nyari makna kalimat berbahasa latin
itu. Dan ternyata, artinya bagus banget.
MULTI-MULTA; NEMO OMNIA NOVIT
MANY KNOW MANY THINGS, BUT NO ONE KNOWS EVERYTHING
Yeah, betul sekali. Banyak orang
di dunia ini yang tahu banyak hal. Tapi tidak ada yang tahu segalanya. Tidak, bahkan
Einstein atau para ilmuan lain sekalipun.
Dari pepatah latin ini, banyak
hal yang bisa diambil jadi pelajaran. Tanpa saya paparkan pun, kalian bisa
menemukannya, kan?
Manusia, diberi kelebihan punya
akal, disamping juga punya nafsu. Itu yang membedakannya dengan malaikat
ataupun hewan. Malaikat hanya punya akal, tanpa nafsu. Itulah sebabnya mereka
bisa selalu taat pada Tuhannya. Sebaliknya, hewan hanya mempunyai nafsu. Akal yang
diberikan pada hewan sangat terbatas, tidak seperti manusia apalagi malaikat.
Sebagai makhluk paling sempurna,
manusia mendapat kesempatan untuk memilih kedudukannya. Malaikat ialah makhluk
yang mulia. Di kehidupan dunia, ia digambarkan sebagai makhluk suci yang paling
dekat dan taat pada Allah. Tetapi manusia punya kesempatan untuk menjadi lebih
mulia dari pada malaikat. Begitu juga jika manusia itu tidak menggunakan
akalnya dengan maksimal dan hanya mengedepankan nafsu yang cenderung
mengarahkan pada kejelekan. Maka hasilnya adalah ia akan menjadi lebih buruk
dan lebih hina dari pada hewan.
Tetapi dengan akal itu, manusia
kadang lupa, kalau ada Tuhan Yang Maha Mengetahui. Banyak yang tahu banyak hal,
tetapi tidak ada satupun yang tahu segalanya, kecuali Allah. Jadi manusia tidak
boleh sombong dengan kepintarannya yang hanya dinilai dari gelar dan pujian. Mungkin
kita bisa mengambil pelajaran tentang orang-orang cerdas yang ditulis namanya
oleh sejarah dan mengikuti jejak kesuksesannya. Dan perlu diingat, bahwa
sebanyak apapun kita mengetahui sesuatu, kita tidak akan pernah tahu semua hal
sekaligus. Kau mungkin menguasai satu hal, tapi ada sangat banyak hal lain yang
belum kau kuasai. Jadi tak perlu sombong dengan kepandaian yang kita miliki. Lebih
baiknya, kita manfaatkan kepandaian itu untuk hal-hal yang bermanfaat. =]

0 komentar:
Posting Komentar